Ambarawa Kab Semarang. Bukan hanya bisa menggunakan teknologi, 665 siswa SMA Islam Sudirman Ambarawa diajak Polres Semarang untuk memahami cara menjadi pengguna Artificial Intelligence (AI) yang cerdas dan bertanggung jawab.

Pesatnya perkembangan teknologi AI membuat berbagai informasi dan pekerjaan dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan, khususnya bagi generasi muda yang setiap hari bersentuhan dengan dunia digital.

Hal inilah yang menjadi perhatian Polres Semarang melalui kegiatan pelatihan AI yang digelar di SMA Islam Sudirman Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (10/9/2026).

Ratusan siswa mengikuti pelatihan yang berlangsung di aula dan ruang kelas sekolah tersebut. Mereka mendapatkan pengenalan mengenai AI, pemanfaatannya dalam pembelajaran, hingga dampak yang dapat muncul apabila teknologi tersebut digunakan tanpa pemahaman dan tanggung jawab.

Dalam pelatihan tersebut, siswa didorong untuk tidak sekadar menerima jawaban yang diberikan AI. Mereka diajak memahami bahwa informasi yang dihasilkan teknologi tetap perlu diperiksa, dibandingkan dengan sumber lain, dan dipikirkan kembali sebelum digunakan maupun dibagikan.

β€œAI boleh membantu kita mencari informasi dan menyelesaikan pekerjaan, tetapi jangan sampai membuat kita berhenti berpikir. Apa pun yang diberikan AI tetap harus kita cek dan pahami,” menjadi salah satu pesan penting dalam edukasi tersebut.

Kemampuan berpikir kritis menjadi bagian penting dalam penggunaan AI. Dengan memahami cara kerja teknologi tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali kemungkinan adanya kesalahan maupun bias dalam informasi yang dihasilkan, kemudian melakukan verifikasi secara logis.

Polres Semarang juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan AI secara bijak, termasuk bagaimana memanfaatkan teknologi sebagai pendukung proses belajar tanpa menghilangkan kreativitas dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan secara mandiri.

Selain memberikan manfaat, perkembangan AI juga memiliki dampak yang perlu dipahami. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak mudah percaya terhadap konten digital yang terlihat meyakinkan hanya karena dibuat atau dibantu oleh teknologi.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut mendapat antusiasme dari para siswa. Meski dalam pelaksanaannya sempat menghadapi kendala teknis berupa server timeout connection, kegiatan pelatihan tetap berjalan dan materi edukasi dapat disampaikan kepada peserta.

Melalui kegiatan ini, Polres Semarang terus mendorong pelajar di Kabupaten Semarang agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi generasi yang mampu berpikir kritis, bijak bermedia sosial, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Pesannya sederhana: AI semakin pintar, penggunanya juga harus semakin bijak.

By admin